Selasa, 20 Mei 2014

KOMPONEN BUDAYA JAMBI

KOMPONEN BUDAYA

A.    CULTURAL SYSTEM

Sistem budaya merupakan wujud dari system kehidupan suatu daerah seperti sistem bahasa,sistem agama dsb.
Berikut contoh system kebudayaan masyarakat jambi :
1. Sistem Agama

Sebagian besar masyarakat Jambi memeluk agama Islam, yang kemudian disusul dengan agama Budha dan Kristen protestan. Mungkin ini juga karena dipengaruhi oleh warga pendatang yang datang ke Jambi yang kebanyakan berasal dari keturunan Cina atau TiongHua.

2. Sistem Bahasa

Bahasa Jambi adalah salah satu anak cabang bahasa Austronesia yang digunakan khususnya di wilayah Jambi bagian selatan, Provinsi Riau.
Ada dua kontroversi mengenai bahasa Jambi dengan Melayu. Sebagian pakar bahasa menganggap ini sebagai dialek melayu karena banyaknya kesamaan kosakata dan bentuk tuturan didalamnya. Sedangkan yang lain justru beranggapan, bahasa ini merupakan bahasa mandiri yang berbeda dengan Melayu.

3. Sistem Mata Pencaharian

Mata pencaharian masyarakat Jambi adalah bertani, berladang dan melaut Di Jambi sendiri kebanyakan daerahnya adalah berupa hutan. Sehingga mata pencaharian mereka didominasi oleh para petani biasanya pula mereka yang bertani berasal dari pedesaan. Dalam hal bertani, sama seperti kota-kota lainnya yang terletak di daratan rendah, adalah bertanam padi pada lahan kosong.

4. Sistem Pengetahuan

Jambi memiliki adat istiadat yang berdasarkan hukum islam sehingga secara garis besar segala pengetahuan dasar budaya Jambi bersumber pada ajaran Al-Quran. Sistem pengetahuan mereka juga dipengaruhi oleh kepercayaan tradisional. Pengetahuan dasar ini mereka terapkan pada segala aspek kehidupan, termasuk kehidupan pertanian dan pengobatan.

B.     SOCIAL SYSTEM
Sistem sosial merupakan wujud dari interaksi antara individu dengan lingkungannya , sistem sosial merupakan kebudayaan orang timur yang dikenal dengan kerja sama dalam melakukan suatu pekerjaan.
Contoh sistem sosial masyarakat jambi antara lain :
1.Pelarian
Pelarian adalah sebuah kegiatan kerja sama antar beberapa orang yang bersepakat untuk melakukan suatu pekerjaan secara bersama-sama, pekerjaan tersebut akan dilaksanakan secara bergiliran bagi setiap anggota yang ikut serta. Umumnya kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan pelarian adalah untuk mempermudah pekerjaan yang membutuhkan tenaga yang banyak, seperti : mendirikan rumah, menanam benih padi di ladang.
2. Beselang
Beselang  pada hakikatnya hampir sama dengan pelarian, kegiatan ini dilaksanakan juga untuk melakukan suatu pekerjaan secara bersam-sama, pekerjaan tersebut akan dilaksanakan secara bergiliran bagi setiap anggota yang ikut serta. Perbedaan antara dua bentuk kelembagaan ini adalah ; pada kegiatan beselang lebih banyak  dilakukan untuk kegiatan upacara-upacara seperti perkawinan dan lain-lain.
3.Yasinan
Kelompok yasinan merupakan bentuk kelembagaan masyarakat yang bergerak dalam kegiatan pengajian. Kegiatan ini dilaksanakan seminggu sekali, tepatnya pada malam jum’at. Kegiatan pengajian ini dilaksanakan secara bergantian dirumah-rumah penduduk. Kelompok yasinan yang ada umumnya hanya melingkupi warga yang berada dalam satu wilayah RT yang sama. Pada saat sekarang kelompok yasinan di setiap RT aktif dan punya kegiatan sendiri.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar