Rabu, 21 Mei 2014
PEROKOK PASIF ?
Perokok pasif merupakan seorang penghirup asap rokok dari orang yang sedang merokok. Akibatnya lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif.
Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. "Namun konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia hembuskan."
Perokok pasif berpotensi terkena berbagai macam penyakit, diantaranya :
Selasa, 20 Mei 2014
PENGARUH BUDAYA AGAMA HINDHU DAN BUDHA TERHADAP KEBUDAYAAN INDONESIA
A.PERKEMBANGAN
AGAMA HNDHU-BUDHA DI INDONESIA
1. Sering dikunjungi bangsa-bangsa asing, seperti
India, Cina, Arab, dan Persia,
2. Kesempatan melakukan hubungan perdagangan
internasional terbuka lebar,
3. Pergaulan dengan bangsa-bangsa lain semakin
luas, dan
Keterlibatan bangsa Indonesia dalam kegiatan perdagangan dan
pelayaran internasional menyebabkan timbulnya percampuran budaya. India
merupakan negara pertama yang memberikan pengaruh kepada Indonesia, yaitu dalam
bentuk budaya Hindu. Ada beberapa hipotesis yang dikemukakan para ahli tentang
proses masuknya budaya Hindu-Buddha ke Indonesia.
1. Hipotesis Brahmana
1. Hipotesis Brahmana
Hipotesis ini mengungkapkan bahwa kaum brahmana amat berperan
dalam upaya penyebaran budaya Hindu di Indonesia. Para brahmana mendapat
undangan dari penguasa Indonesia untuk menobatkan raja dan memimpin
upacara-upacara keagamaan. Pendukung hipotesis ini adalah Van Leur.
2. Hipotesis Ksatria
2. Hipotesis Ksatria
Pada hipotesis ksatria, peranan penyebaran agama dan budaya Hindu
dilakukan oleh kaum ksatria. Menurut hipotesis ini, di masa lampau di India
sering terjadi peperangan antargolongan di dalam masyarakat. Para prajurit yang
kalah atau jenuh menghadapi perang, lantas meninggalkan India. Rupanya,
diantara mereka ada pula yang sampai ke wilayah Indonesia. Mereka inilah yang
kemudian berusaha mendirikan koloni-koloni baru sebagai tempat tinggalnya. Di
tempat itu pula terjadi proses penyebaran agama dan budaya Hindu. F.D.K. Bosch
adalah salah seorang pendukung hipotesis ksatria.
3. Hipotesis Waisya
3. Hipotesis Waisya
Menurut para pendukung hipotesis waisya, kaum waisya yang berasal
dari kelompok pedagang telah berperan dalam menyebarkan budaya Hindu ke
Nusantara. Para pedagang banyak berhubungan dengan para penguasa beserta
rakyatnya. Jalinan hubungan itu telah membuka peluang bagi terjadinya proses
penyebaran budaya Hindu. N.J. Krom adalah salah satu pendukung dari hipotesis
waisya.
4. Hipotesis Sudra
4. Hipotesis Sudra
Von van Faber mengungkapkan bahwa peperangan yang tejadi di India
telah menyebabkan golongan sudra menjadi orang buangan. Mereka kemudian
meninggalkan India dengan mengikuti kaum waisya. Dengan jumlah yang besar,
diduga golongan sudralah yang memberi andil dalam penyebaran budaya Hindu ke
Nusantara.
5.Hipotesis arus balik
5.Hipotesis arus balik
B. Pengaruh masuknya agama
hindhu budha di Indonesia
Masuknya
pengaruh unsur kebudayaan Hindu-Budha dari india telah mengubah dan menambah
khasanah budaya Indonesia dalam beberapa aspek kehidupan.
1. Agama
Ketika memasuki zaman sejarah, masyarakat
indonesia menganut kepercayaan animisme. Masyarakat mulai menerima kepercayaan
baru, yaitu agama Hindu-Budha sejak berinteraksi dengan orang-orang India. Budaya
baru tersebut membawa perubahan pada kehidupan keagamaan, misalnya dalam hal
tata cara krama, upacara-upacara pemujaan dan bentuk tempat peribadatan.
2.
Pemerintahan
Sistem pemerintahan kerajaan dikenalakan oleh
orang-orang India. Dalam sistem ini kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu
dengan kepemilikan wilayah yang luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat
berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. Oleh karena itu lahir kerajaan-kerajaan
seperti kutai, tarumanegara dan sriwijaya.
3. Arsitektur
Salah satu tradsi megalitikum adalah punden
berudak-undak. Tradisi tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami
perbuatan bangunan candi. Jika kita memperhatikan candi borobudur, akan
terlihat bahwa bangunannya beberbentuk limas yang berundak-undak. Hal ini
menjadi bukti adanya paduan budaya india-Indonesia.
4. Bahasa
Kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Indonesia
meninggalkan beberapa prasasti besar berhuruf pallawa dan berbahasa Sanskerta.
Dalam perkembangan selanjutnya bahkan hingga saat ini, bahasa Indonesia
memperkaya diri dengan bahasa sanskerta itu. Kalimat atau kata-kata bahasa
Indonesia yang merupakan hasil serapan dari bahasa sanskerta yaitu Pancasila,
Dasa Dharma, Kartika Eka Paksi, Parasamya Purnakarya Nugraha, dsb.
5. Sastra
Berkembangnya pengaruh India di Indonesia
membawa kemajuan besar dalam bidang sastra. Karya sastra terkenal yang mereka
bawa adalah kitab Ramayan dan Mahabarata. Adnya kitab-kitab itu memacu para
pujangga Indonesia untuk menghasilkan karya sendiri. Karya-karya sastra yang
muncul di Indonesia:
a. Arjunawiwaha, karya Mpu
Kanwa
b. Sotasoma, karya Mpu
Tantular, dan
c. Negarakertagama, karya Mpu
Prapanca
SSumber : http://mataram351.wordpress.com/agama-dan-kebudayaan-hindu-budha/
KOMPONEN BUDAYA JAMBI
KOMPONEN
BUDAYA
Sistem budaya merupakan
wujud dari system kehidupan suatu daerah seperti sistem bahasa,sistem agama
dsb.
Berikut contoh system kebudayaan masyarakat jambi :
1. Sistem Agama
Sebagian besar masyarakat Jambi memeluk agama Islam,
yang kemudian disusul dengan agama Budha dan Kristen protestan. Mungkin ini
juga karena dipengaruhi oleh warga pendatang yang datang ke Jambi yang
kebanyakan berasal dari keturunan Cina atau TiongHua.
2. Sistem Bahasa
Bahasa Jambi adalah salah satu anak cabang bahasa
Austronesia yang digunakan khususnya di wilayah Jambi bagian selatan, Provinsi
Riau.
Ada dua kontroversi mengenai bahasa Jambi dengan Melayu. Sebagian pakar bahasa menganggap ini sebagai dialek melayu karena banyaknya kesamaan kosakata dan bentuk tuturan didalamnya. Sedangkan yang lain justru beranggapan, bahasa ini merupakan bahasa mandiri yang berbeda dengan Melayu.
Ada dua kontroversi mengenai bahasa Jambi dengan Melayu. Sebagian pakar bahasa menganggap ini sebagai dialek melayu karena banyaknya kesamaan kosakata dan bentuk tuturan didalamnya. Sedangkan yang lain justru beranggapan, bahasa ini merupakan bahasa mandiri yang berbeda dengan Melayu.
3. Sistem Mata Pencaharian
Mata pencaharian masyarakat Jambi adalah bertani,
berladang dan melaut Di Jambi sendiri kebanyakan daerahnya adalah berupa hutan.
Sehingga mata pencaharian mereka didominasi oleh para petani biasanya pula
mereka yang bertani berasal dari pedesaan. Dalam hal bertani, sama seperti
kota-kota lainnya yang terletak di daratan rendah, adalah bertanam padi pada
lahan kosong.
4. Sistem Pengetahuan
Jambi memiliki adat istiadat yang berdasarkan hukum
islam sehingga secara garis besar segala pengetahuan dasar budaya Jambi
bersumber pada ajaran Al-Quran. Sistem pengetahuan mereka juga dipengaruhi oleh
kepercayaan tradisional. Pengetahuan dasar ini mereka terapkan pada segala
aspek kehidupan, termasuk kehidupan pertanian dan pengobatan.
B.
SOCIAL
SYSTEM
Sistem sosial merupakan wujud dari interaksi antara individu dengan
lingkungannya , sistem sosial merupakan kebudayaan orang timur yang dikenal
dengan kerja sama dalam melakukan suatu pekerjaan.
Contoh sistem sosial masyarakat jambi antara lain :
1.Pelarian
Pelarian adalah sebuah kegiatan kerja sama
antar beberapa orang yang bersepakat untuk melakukan suatu pekerjaan secara
bersama-sama, pekerjaan tersebut akan dilaksanakan secara bergiliran bagi
setiap anggota yang ikut serta. Umumnya kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan
pelarian adalah untuk mempermudah pekerjaan yang membutuhkan tenaga yang
banyak, seperti : mendirikan rumah, menanam benih padi di ladang.
2. Beselang
Beselang pada hakikatnya hampir sama
dengan pelarian, kegiatan ini dilaksanakan juga untuk melakukan suatu pekerjaan
secara bersam-sama, pekerjaan tersebut akan dilaksanakan secara bergiliran bagi
setiap anggota yang ikut serta. Perbedaan antara dua bentuk kelembagaan ini
adalah ; pada kegiatan beselang lebih banyak dilakukan untuk
kegiatan upacara-upacara seperti perkawinan dan lain-lain.
3.Yasinan
Kelompok yasinan merupakan bentuk kelembagaan
masyarakat yang bergerak dalam kegiatan pengajian. Kegiatan ini dilaksanakan
seminggu sekali, tepatnya pada malam jum’at. Kegiatan pengajian ini
dilaksanakan secara bergantian dirumah-rumah penduduk. Kelompok yasinan yang
ada umumnya hanya melingkupi warga yang berada dalam satu wilayah RT yang
sama. Pada saat sekarang kelompok yasinan di setiap RT aktif dan punya
kegiatan sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)